Cetak Sawah 2025, Pemprov Kalteng Gandeng Kejaksaan, TNI, dan Polri Awasi Program

oleh -26 Dilihat
Cetak Sawah 2025, Pemprov Kalteng Gandeng Kejaksaan, TNI, dan Polri Awasi Program
Wagub Edy Pratowo saat menyampaikan sambutan

BATUAHNUSANTARA, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Cetak Sawah 2025 yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk ketahanan pangan.

Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Program Cetak Sawah di Aula Eka Hapakat, Kamis (25/9/2025).

“Pada momentum rapat koordinasi ini kita memiliki chemistry yang sama. Yuk kita sama-sama selesaikan dengan baik, dengan semangat disiplin dan kolaborasi,” ujar Edy.

Ia menekankan bahwa perluasan areal tanam dan penyediaan lahan baru merupakan langkah penting agar Kalteng mampu meningkatkan produksi padi. Mantan Bupati Pulang Pisau itu menegaskan kendala di lapangan tidak boleh menjadi penghalang.

“Sekali lagi kita berkomitmen, ketika kita ikut di kegiatan ini berarti wajib hukumnya untuk menyelesaikan dengan baik,” tegasnya.

Dukungan serupa disampaikan Plt Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto. Ia menyebut Kalteng menjadi provinsi dengan target cetak sawah terbesar di Indonesia pada 2025.

“Kalimantan Tengah jadi atensi khusus dari Pak Presiden dan Pak Menteri untuk memastikan kalau program ini bisa selesai dan sukses,” ungkapnya.

Plt Inspektur Jenderal Kementan, Tin Latifah, menambahkan Kalteng mendapat alokasi anggaran terbesar di antara provinsi lain. “Kegiatan cetak sawah ini harus dilaksanakan sesuai prosedur dan regulasi. Jangan sampai nanti kalau sudah di ujung baru ketahuan keliru,” tuturnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, turut menegaskan pentingnya kepatuhan hukum. “Integritas dan akuntabilitas, ingat uang yang digunakan adalah uang negara yang setiap rupiah harus kita pertanggungjawabkan,” tandasnya.

Melalui rakor ini, Pemprov Kalteng bersama stakeholder terkait meneguhkan sinergi untuk menjadikan daerah sebagai lumbung pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(bn-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *