Mendagri Terbitkan SE, Dorong Pemda Dukung Program MBG

oleh -54 Dilihat
Mendagri Terbitkan SE, Dorong Pemda Dukung Program MBG
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian

BATUAH NUSANTARA, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai langkah nyata, Mendagri menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500.12/2119/SJ yang menginstruksikan pemerintah daerah meminjamkan lahan milik mereka kepada BGN guna pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam SE tersebut, Mendagri meminta gubernur, bupati, dan wali kota untuk mengusulkan tiga titik lokasi tanah di masing-masing wilayah sebagai dukungan terhadap pelaksanaan MBG.

“Tentunya kita harus dorong, kita dukung Kepala Badan Gizi Nasional agar terjadi percepatan untuk realisasi. Artinya, program-program beliau harus bisa dipercepat,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD 2025 secara virtual dari Kantor Kemendagri, Kamis (8/5/2025).

Ia menilai program MBG tidak hanya berfungsi dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja lokal.“Setiap SPPG butuh sekitar 50 relawan. Ini artinya bisa menyerap tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pola ekonomi sirkular yang terbentuk dari rantai pasok pangan akan menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Mendagri pun mendorong Pemda agar menggunakan hasil efisiensi anggaran untuk mendukung program MBG. “Ini harus cepat untuk direalisasikan supaya terjadi peredaran uang di masyarakat,” tegasnya, seraya mengingatkan agar belanja APBD diprioritaskan pada program yang berdampak langsung bagi rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata Mendagri.

Ia menekankan tiga peran utama Pemda dalam mendukung program MBG, yaitu penyediaan infrastruktur dapur umum SPPG, pembinaan sumber daya lokal untuk pasokan bahan baku, serta penyaluran makanan kepada ibu hamil, menyusui, dan balita.

“Setiap SPPG melayani sekitar tiga ribu penerima manfaat. Maka kebutuhan bahan baku seperti beras, telur, dan sayur sangat besar. Ini menjadi potensi ekonomi daerah,” ujar Dadan.

Ia pun menambahkan bahwa kader Posyandu akan dilibatkan dalam distribusi MBG, dengan insentif yang disiapkan oleh BGN agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.(bn-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *