BATUAHNUSANTARA, PALANGKA RAYA – Aksi penanaman 500 bibit pohon di SMKN 5 Palangka Raya menjadi fokus Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat gerakan penghijauan, Rabu (3/12).
Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional Tahun 2025.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menyampaikan pesan langsung dari Gubernur H. Agustiar Sabran agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni. “Bapak Gubernur mengharapkan melalui bulan menanam pohon pada hari ini masyarakat bisa melakukan hal yang sama di lingkungan, baik di kantor atau di rumah tinggal atau di lahan yang kosong,” ujarnya.
Herson menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh masyarakat yang ingin menanam. “Nanti Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan akan men-support untuk bibitnya, asal nanti melakukan permintaan. Jadi harapannya bahwa kita menghijaukanlah bumi kita, jadi kita hidup berdampingan dengan kondisi yang lestari,” jelasnya.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menekankan bahwa gerakan ini sejalan dengan kebijakan nasional. “Pemerintah pusat sudah mencanangkan tanggal 27 November sebagai Hari Menanam Nasional dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional. Karena itu kita melanjutkan penanaman di hari ini,” katanya.
Agustan menyebut penanaman pohon sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan. “Harapan kita melalui kegiatan ini, mari kita menanam agar bumi tersenyum. Dan ini adalah sedekah oksigen bagi bumi,” ucapnya.
Ia menjelaskan jenis bibit yang ditanam meliputi tanaman produktif dan pohon pelindung. “Ada durian, rambutan, mangga untuk produktif, serta pohon pelindung seperti ketapang kencana,” tambahnya.
Selain di Palangka Raya, aksi serupa dilaksanakan serentak di 13 kabupaten. “Kurang lebih 10.000 lebih bibit ditanam pada hari ini,” ungkap Agustan.
Melalui gerakan ini, Pemprov Kalteng berharap tumbuh kesadaran kolektif menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.





